Kamis, 28 Juni 2012



TUHAN ITU BAIK

( Rat. 3 : 25; Maz 145 : 9-11;  Mark. 10: 46-52; I Raja 3 : 5 – 10 )

PENDAHULUAN :

Kalau Presiden Susilo Bambang Yudoyono berkata pada Anda secara pribadi,”Mintalah apa yang hendak kuberikan padamu”  atau bertanya “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu ?” Tentunya Anda akan tersentak kaget dan segera berpikir, “Yang berkata pada saya ini, kan presiden, kapan lagi menggunakan kesempatan ini untuk minta yang paling berharga dan yang paling saya butuhkan dalam hidup saya. Karena pak Presiden pasti sanggup mengabulkannya” Setelah dikabulkan keinginan saudara itu, apa yang terpikir oleh Anda ? Tentu Anda akan berkata,”Pak Presiden itu baik ya…”

Kebaikan Tuhan akan saya sampaikan kepada Anda, melalui pertanyaan TUHAN pada Salomo, raja Israel :” “Mintalah apa yang hendak Kuberikan padamu ”(I R 3) “What would you like me to give you ?”dan pertanyaan Tuhan Yesus pada Bartimeus, seorang yang buta, dengan pertanyaan,” Apa yang engkau ingin Aku perbuat bagimu?”  “What do you want me to do for you ?” ( Mark 10 : 51 )

Salomo meminta hikmat/kebijaksanaan dan Bartimeus meminta supaya matanya sembuh, dapat melihat lagi. Ternyata permitaan mereka dikabulkan Tuhan. Pasti dalam hati mereka, mereka berkata,”Tuhan itu baik”

Daud menulis dalam Mazmurnya,”Tuhan itu baik kepada semua orang,”(Maz. 145:9) Yeremia menulis dalam kitab Ratapan 3 : 25,”Tuhan itu baik bagi orang yang berharap padaNya, bagi jiwa yang mencari Dia. (Rat. 3 : 25)

ISI RENUNGAN :

I.            DARI PIHAK TUHAN
Tuhan Memberikan Yang Terbaik Pada UmatNya Untuk Membahagiakan UmatNya.

Kalau pertanyaan yang ditujukan pada Salomo dan Bartimeus  ditujukan kepada saya, maka saya akan berpikir bahwa Tuhan mau memberikan yang terbaik buat saya dan yang membuat hati saya senang. Tuhan akan membahagiakan saya. Karena dari pertanyaan Tuhan itu menunjukkan, bahwa Tuhan memberikan pilihan pada saya untuk menentukan apa yang saya mau. Tentunya saya menginginkan yang terbaik buat saya, terlebih lagi yang membuat hidup saya bahagia.

Ada seorang suami ditanya oleh istrinya,”Hari ini mau makan sayur apa ?” Sauminya menjawab,”Sayur asem, tahu-tempe goreng dan ikan asin goreng.” Pada saat makan malam bersama, suaminya tidak berkata sepatahpun. Dia makan yang dihidangkan istrinya dengan tidak berselera, tidak banyak bicara. Istrinya bertanya-tanya dalam hati, “Mengapa dengan suami saya ini ? Apa ada masalah dikantor ?” Setelah ditanya mengapa suaminya bersikap seperti itu, ternyata sebabnya yaitu istrinya tidak memasak apa yang dia inginkan. Istrinya bukan memasak sayur asem, tahu-tempe goreng, dan ikan asin goreng yang dimintanya, tapi memasak sayur sop, ayam goreng,  dan jengkol goreng kesukaan istrinya. Justru jengkol adalah makanan yang paling tidak disukai suaminya. Suaminya makan tidak berselera dan tidak bersukacita sebab apa yang dimakan tidak sesuai dengan apa yang dibayangkannya.

Kalau Tuhan bertanya pada Salomo,”Apa yang engkau inginkan aku berikan padamu,” dan pada Bartimeus dengan pertanyaan,”Apa yang engkau inginkan aku perbuat untukmu” Itu menunjukkan bahwa Tuhan ingin memberikan yang terbaik dan yang membahagiakan buat Salomo dan Bartimeus. Seperti seorang ayah yang berkata pada anaknya,”Kamu mau ayah belikan apa ?” Jika Tuhan baik buat Salomo dan buat Bartimeus, Tuhan juga baik buat Anda. Sebab Anda juga orang-orang yang beriman pada Tuhan dan yang mengasihi Tuhan. Kebahagiaan Anda adalah keinginan Tuhan. Tuhan mau memberikan kebahagiaan kepada Anda. Kitab Mazmur penuh dengan kata “berbahagialah”, khotbah Tuhan Yesus di Bukit, penuh dengan ucapan berbahagialah. Ini sebagai tanda bahwa memang Tuhan itu baik karena Dia berkeinginan membahagiakan umat yang beriman padaNya.

Kalau Anda ditanya , “Apakah saudara yakin Tuhan baik buat Saudara ?” Kalau Anda menjawab “ya” berarti Anda juga meyakini bahwa Anda adalah orang-orang berbahagia. Anda berbahagia sebab Anda sudah diberikan yang terbaik oleh Allah, yaitu Yesus Kristus, AnakNya Yang Tunggal. Dalam Yesus ada keselamatan, ada penghiburan, ada pertolongan, ada kekuatuan, ada kesembuhan, ada mujijat. Mengapa ada orang Kristen yang merasa tidak bahagia dalam hidupnya. Sebab dia tidak menyadari dan meyakini kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Dia melihat apa yang terjadi dengan dirinya dan orang lain selalu dilihat dari sisi buruknya atau negatipnya. Yeremia pernah mengalami hal seperti ini. Dia berkata, “Tuhan , Engkau telah menceraikan aku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan. Hilang lenyaplah kemasyuranku dan harapanku’  Yeremia berkata seperti itu ketika dia melihat kejadian yang menimpa dirinya dari sudut pandang yang buruk. Ketika dia mendapat tekanan, aniaya, hinaan dari umat Israel, bangsanya sendiri. Ternyata setelah dia sadar bahwa, tekanan, aniaya, dan hinaan karena mempertahankan kebenaran Firman adalah bagian dari kehendak Tuhan, barulah dia berkata,” Tuhan itu adalah baik bagi orang yang berharap padaNya, bagi jiwa yang mencari Dia” ( Ratapan 3 : 17 – 25 )

Kebahagiaan yang Tuhan sediakan dan berikan pada Anda akan Anda bisa nikmati kalau Anda menjalani kehidupan ini dengan hati penuh syukur, berpikir dan meyakini Tuhan itu baik. Kalau Anda melihat musim panas dan musim hujan, bagaimana sikap Anda ? Mengeluh atau bersyukur ? Kalau Anda melihat musibah bagaimana sikap kita ? Mengeluh atau berharap. ? Apakah Anda selalu berkata, “masih untung” seperti yang diucapkan seseorang pada saat ia dirampok, “Masih untung yang dirampok HP saya bukan arloji rolex saya.”

Tuhan itu baik, sebab Tuhan mau memberikan kebahagiaan pada kita. Tuhan memberikan kesempatan pada kita untuk meminta apa yang inginkan dalam hidup kita. Berdoalah.

II.               DARI PIHAK UMAT
Menentukan Keinginan dan Pilihan Yang Tepat-Guna.

Setelah Salomo minta hikmat pada Tuhan, Alkitab mengatakan, ”Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.” Setelah Bartimeus meminta supaya matanya dapat melihat kembali, Tuhan Yesus berkata, Pergilah imanmu telah menyelamatkan engkau”. Ternyata permintaan Salomo dan Bartimeus adalah permintaan yang tepat. Apa sebabnya ? Sebab mereka meminta sesuai dengan apa yang dibutuhkan mereka. Salomo meminta hikmat bukan kekayaan dan umur panjang. Apa gunanya Salomo berumur panjang kalau rakyatnya amburadul, sulit diatur, dan dia sendiri tidak bisa mengatur. Akibatnya dia bisa stress dan sakit-sakitan. Bartimeus meminta supaya matanya bisa melihat. Apa gunanya Bartimeus meminta kitab suci kalau matanya buta tidak bisa membaca.

Inilah yang Tuhan kehendaki dalam hidup Anda. Anda harus mengetahui apa yang menjadi keinginan dan pilihan dalam hidup Anda. Ada saja orang yang tidak tahu apa yang menjadi keinginannya yang tepat dan pilihannya yang tepat. Karena banyak maunya dan banyak pilihannya, maka orang itu tidak mendapatkan apa yang sesungguhnya dia butuhkan. Tuhan mau supaya keinginan kita harus sesuai dengan kebutuhan kita. Tuhan baik. Dia pasti mengabulkan doa untuk kepentingan kita, apabila apa yang kita doakan menjadi kebutuhan kita, bukan sekedar menjadi keinginan kita.

Rasul Yakobus mengatakan “ Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh, kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, karena yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” ,(Yak. 4 : 2 – 3)


Tuhan itu baik. Dia mau memenuhi kebutuhan kita, tapi Tuhan juga mau supaya kita tahu kebutuhan kita sendiri. Sebab kalau kita tidak tahu, kita akan membuang-buang waktu, tenaga dan pikiran untuk hal-hal yang tidak perlu, yang tidak bisa kita kerjakan.

Ada seorang anak berusia 4 th minta dibelikan sepeda roda dua seperti kepunyaan kakak-kakaknya, tapi ayahnya membelikan sepeda roda tiga. Apa sebabnya sebab anak itu belum mampuh mengendarai sepeda roda dua. Anak itu ada keinginan, tapi keinginannya yang tidak tepat, dan permohonannya pada ayahnya yang tidak sesuai untuk dirinya. Allah itu baik, walaupun dalam kenyataannya apa yang kita inginkan atau doakan tidak menjadi kenyataan, atau dikabulkan tapi berbeda dengan apa yang kita inginkan. Ada seorang pemuda berdoa agar dia dikaruniakan istri. Yang dia inginkan seorang gadis cantik manis, yang putih mulus, yang imut-imut  keibuan,  nama gadis itu Linda.  Berbulan-bulan pemuda ini berdoa, doanya dikabulkan oleh Tuhan. Dia menikah, punya istri, tapi istrinya bukan gadis yang bernama Linda yang imut-imut dan yang putih mulus, tapi menikah dengan Lince yang berkulit hitam manis, gagah perkasa, kebapaan. Ternyata istrinya ini memang cocok buat dia, sebab pemuda itu seorang tukang baso. Berkat kemampuan dan keterampilan istrinya membuat baso restorannya berkembang dan maju. Pemuda itu berkata,”Tuhan itu baik”, walaupun istrinya bukan si  Linda tapi si Lince.

PENUTUP :

Tuhan itu baik sebab :
1.      Tuhan memberikan yang terbaik buat kita untuk kebahgiaan kita.
2.      Tuhan memberikan apa yang betul-betul menjadi kebutuhan hidup kita.

A  M  I  N